Filosofi Kain Batik..

Friday, 17 Juni 2011

Nah, sekarang perbedaannya sekilas tentang batik tulis, print dan cap ya.

jenis kain batik ada 3 :

1. Batik tulis

2. Batik cap

3. Batik print

berikut detailsnya 🙂

1.  Batik tulis

Udah pada tau kan, bahwa proses batik tulis yaitu proses membatik dan mengukir dengan lilin langsung di batik? Gambar pada batik tulis bisa dilihat dari kedua sisi kain nampak lebih rata tembus bolak balik. Setiap potongan gambar yang diulang pada lembar kain tidak akan sama. Waktu yang dibutuhkan utk membatik lebih lama. pengerjaan batik yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya. Itulah sebabnya, sebuah kain jarik batik tulis bisa bernilai sangat-sangat tinggi. Apalagi ditambah dengan design sebuah baju.

ini hasil rancanganku untuk batik tulis, disini

2.  Batik cap

Batik cap adalah suatu jenis batik yang sama-sama menggunakan lilin, hanya saja prosesnya berbeda. Yaitu dengan bantuan cetakan dari tembaga. Seperti gambar dibawah ini. Hasilnya pun tidak bisa 100% presisi (akurat) karena sama2 menggunakan tangan.

berikut peralatan untuk membatik cap dari tembaga : Continue reading

Advertisements

Batik Jumputan | Batik Khas Blitar

Batik Jumputan ‘Blitar’

Haii fashionistaa…meet again with batik edition …:)

already in the know yet about batik jumputan? batik jumputan like what the heck is it?
1. Definition

What is Batik Jumputan it? Basically the same batik Jumputan basically similar to batik, namely handicraft painting over a piece of cloth. The difference is only a technique or medium alone. If the batik coloring using night / wax, if batik jumputan using raffia rope / rubber / yarn and small small pieces of bamboo tied to the fabric.

Jumputan batik has its own artistic value. Elegance of style and color is influenced by the skills of craftsmen. Results style and color that arise depending on the raw materials of cloth, how, creations and dyes are used. So no one if the value of one (1) piece of batik jumputan very high-value price, compared with other batik.

2. What raw materials?

The raw material used is woven from natural fibers, such as:  type of cotton, rayon or a mixture of cotton and rayon, or even by type of silk fabric. Because the fabric types are capable of absorbing dye and the cloth itself when used cool and more comfortable (to absorb sweat). Similarly, the dye used is easily available in the market generally. Example of this type of reactive dyes, dye vessel, director, naptol or pigments or can be by natural substances (tuber turmeric, mangosteen rind, flowers at four and others).

3. How to process?

Continue reading

Kain Adati | Kain Nusantara

Kain Adati



elum setenar kain batik di Nusantara ini. Tapi kain adati ini masih langka dimana-mana. Para designer sudah mulai ‘melek’ dengan trend baru.t

Apa sih kain adati itu?
Kain adati adalah perpaduan cantik antara batik dan tenun. Meskipun begitu, serbuan kain adati peminatnya tak pernah sepi.
Hmmm, seperti apa ya contohnya? Dan bagaimana peluang bisnis ini sekarang?
Yukk kita ulas sama2 disini.

Pengembangan secara konsisten
Segala olahan tenun & batik sepertinya sudah tersedia di pasaran. Pengolahan yang banyak dilakukan berupa pengembangan motif dan warna menjadi lebih modern maupun penggunaan bahan baku yang lebih nyaman dipakai sehari-hari seperti benang tenun yang lebih tipis sehingga lebih ringan & lentur.

Sebut saja designer Lenny Agustin, salah satu pemain ‘kain adati’ yang berlabel Lennor menyatakan, “Selain dari segi design yang harus up to date sesuai perkembangan tren, tak bisa diabaikan pula pengembangan dari segi motif & warna. Karena konsumen tetap memprioritaskan motifnya. Walaupun designnya menarik tapi motifnya tidak disukai konsumen tidak jadi membeli. Tapi sebaliknya, walaupun designnya masih kurang pas tapi tertarik pd motifnya, mereka cenderung tetap membeli.”
Jadi permainan motif tetap diutamakan. tapi jangan dilupakan juga dari segi warna.

Selain dijadikan sebagai bahan utama, kain tradisional tsb juga dapat dimanfaatkan hanya sebagai aksen saja yang dipadukan dengan material lain. Seperti bahan denim yang diaplikasikan ornamen dari kain adati tsb. Strategi itu yang saya terapkan juga untuk koleksi batik-batik saya supaya produk saya memiliki keunikan tersendiri. Sekaligus menyiasati untuk menekan ongkos produksi karena dari selembar kain tenun yang terbilang mahal bisa menghasilkan beberapa busana. Hemat & unik kan? 🙂