Pagelaran ADIWASTRA NUSANTARA,JCC 15 – 19 Feb 2012

Adiswastra Nusantara (AWN)

adalah pameran kain unggulan Nusantara yang diadakan tahunan. tahun pertama diadakan yaitu tahun 2008.

dalam pameran batik ini akan dipamerkan berbagai kain nusantara, seperti jumputan, songket, kain batik, ikat, lurik, sasirangan dengan corak dan design terbaru serta pilihan yang lengkap dan bermutu tinggi.

kain-kain batik, ikat, lurik, songket, jumputan, sasirangan dengan corak dan desain terbaru dengan pilihan yang lengkap dan bermutu tinggi. AWN merupakan surga belanja bagi para pecinta dan pengguna kain adati nusantara.

Pameran kain nusantara ini berlangsung di JCC tanggal 15 Feb 2012 – 19 Feb 2012.

jangan lewatkan acara ini, khususnya untuk para pecinta dan pengguna kain adati Nusantara 🙂

Advertisements

World Batik Summit Kokohkan Batik di Pentas Dunia

Sejak pengukuhan UNESCO terhadap batik adalah warisan budaya Indonesia 2 Oktober 2010 lalu, sepertinya pekerjaan rumah kita untuk terus mengusung batik di pentas dunia tidak selesai sampai disitu.  SETELAH vakum 14 tahun, ajang terakhir, pengadaan acara tersebut diselenggarakan di Yogyakarta pada 1997 lalu dan dengan semangat membawa seni batik ke pentas dunia, World Batik Summit siap digelar di Jakarta, 28 September hingga 2 Oktober 2011, dengan tema “Global Home of Batik” sebagai sebuah pernyataan bahwa Indonesia adalah rumah asal penciptaan karya seni yang indah ini.

Kecintaan dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap batik sudah banyak diwujudkan dalam keragaman busana kantor, ataupun busana sehari-hari, sebagai pelestarian kain adati tersebut. Inilah saatnya tanggung jawab kita atas kelanjutan pengukuhan UNESCO yang telah memberikan kepercayaan kepada Indonesia atas pengakuan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

World Batik Summit 2011 diperkirakan akan meningkatkan antusiasme batik internasional dan untuk mendukung pengrajin batik dan pecinta batik di seluruh dunia. Acaranya akan diikuti oleh 1.000 peserta dari Indonesia dan luar negeri. Mereka yang turut serta dalam pagelaran ini berasal dari berbagai latar belakang meliputi praktisi, akademisi, pemasaran, dan kritikus mode .

Continue reading

Tour BatiKuliner Cirebon – Indramayu | 10 – 12 Desember 2010

Day 1

10 Desember 2010 03.30AM

kriiiiinnnggg… kriiiing…jam alarm sudah menunjukkan pukul 03.30 AM.

“aaah…apa sih itu? mengganggu tidurku saja ah!!” gumamku dalam hati.

beberapa menit kemudian, OHMYGOD!! aku ada perjalanan ke Cirebon hari ini.. langsung berangkaat,, cek packing, segera berangkat menuju lokasi titik kumpul. Di titik kumpul, saya berkenalan dengan anggota JS (jalansutra), termasuk panitianya yaitu Cindy, Grace dsb.

10 Desember 2010, 05.30AM

Jumat pagi ini aku berangkat dengan tujuan Cirebon menggunakan kereta Cirebon Express 10054 pukul 06.00. Bersama teman2 seperjuanganku di Jalansutra 🙂 Pak Bondan kebetulan duduk di kursi agak belakang.  perjalanan sekitar 3 jam. jadi aku cukup punya waktu untuk beristirahat di kereta selama perjalanan. Makluuum, karena terlalu excited, jadi aku kurang tidur 🙂

10 Desember 2010, 09.30 AM

Akhirnya tiba juga aku di Cirebon. Sesampainya aku di Cirebon, kita disambut oleh Panitia Lokal Cirebon, yaitu Mrs. Sianna Kaur. Kita diberikan ruangan VIP untuk beristirahat sejenak, sambil menunggu bis kami tiba untuk mengantarkan kami ke hotel Sare Sae (hotel tempat kita menginap)

saat keberangkatan

saat keberangkatan dan packing di cirex

Ruang VIP

Tiba di Hotel Sare Sae

Nah..setelah selesai loading bag di Hotel Sare Sae tersebut, mulailah penderitaan enakku dimulai..yukk mariii 🙂

Nasi Jamblang Bu Sumarni (Pelabuhan)

Nasi Jamblang Bu Sumarni (Pelabuhan)

adalah yang menjadi target kulinerku yang pertama.

Konsepnya : Nasi putih dengan bermacam-macam lauk, seperti Paru Goreng (juaranya disini), sate udang, sate kentang, perkedel, sate telur puyuh, cumi dan kuah tinta hitamnya (blakutak), dsb dengan beralaskan daun jati makin menambah selera makan saya. Yang paling saya suka adalah cuminya, kuahnya kental, hitam pekat, dan bentuk cuminya juga masih bulat seperti ada cangkangnya (ini uniknya). biasanya cumi hanya kecil atau panjang bentuknya. Rasanya manis, gurih, kuah kentalnya sampai memenuhi langit-langit mulut saya. wah, siap2 hitam2 aja deh nih giginya, hehe 🙂

Nasi Jamblang Bu Sumarni

 

 

 

 

 

Inilah keseruan kami saat-saat di Nasi Jamblang Bu Sumarni. Kami saling berebut mengambil lauk-pauk makanan disana.

saat-saat seru

 

 

 

 

OK, tinggalkan cerita nasi Jamblang. kita akan pintong ke tempat kuliner lain, yang letaknya tak jauh hanya berapa meter dari nasi jamblang tersebut.

 

 

 

to be continue yaa 🙂

Tips : Cara Merawat Batik Kesayangan

haiii batik lovers…


“Batik” sudah menjadi ‘trend’ sekarang ini. Kalau sudah bicara costum untuk acara resmi, pasti semua orang memakai baju batik. Katanya “gak  Indonesian bangets’ kalau gak “batikan’ 🙂

Tapiii… gak banyak orang yang tau cara merawat “kain batik”.  Biasanya orang-orang mencucinya asal aja dengan menggunakan sabun detergen. Padahal itu sangat tidak disarankan lho J  Makanya, kebanyakan dari kita (batik lovers), tau menggunakannya, tapi tidak tahu cara ,merawatnya. Nah sayang khan batik tulis yang kita punya, atau bahkan mungkin koleksi “batik” kita warnanya pudar atau tidak terawat?

Nah, aku  mau memberikan tips-tips cara merawat batik kesayangan kamu nih.. 🙂

1. Saat mencuci kain batik, usahakan menggunakan sabun (cairan) khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran. Biasanya orang-orang menyebutnya dengan menggunakan “lerak”.

Adalagi yang mencucinya dengan menggunakan shampo rambut biasa. Caranya, pertama-tama dilarutkan dulu shamponya dengan air (perbandingannya 30% shampo : 70% air), dengan tujuan supaya tidak ada lagi bagian yang mengental. setelah itu, baru kain batik dijemur.

2. Pada saat mencuci  “batik” jangan digosok ataupun menggunakan detergen. Jika batik kamu tidak  terlalu kotor, cukup mencucinya dengan menggunakan air hangat. Sebaliknya, jika “batik” kamu terkena noda, cukup menggunakan sabun mandi saja. Tapii, kalau “batik” kamu nodanya masih saja menempel, bisa menggunakan kulit jeruk di bagian nodanya saja. Yang terbaik adalah lerak (biji atau cairan), atau gunakan sabun khusus untuk batik seperti Molto silky (untuk sutra dan batik), Attack Batik Cleaner, atau Perwoll khusus batik. Bila tidak ada cukup direndam dengan air hangat untuk mencucinya.

3.  Sangat tidak disarankan mencuci batik menggunakan mesin cuci, cucilah dengan tangan. Jangan dikucek keras-keras ya.

4.  Saat menjemur “batik”, usahakan tidak terkena matahari langsung, atau di tempat yang teduh. Karena bisa mempengaruhi gradasi warna dari “batik” itu sendiri. Kalau perlu diangin-anginkan saja. Jangan diperas sehingga serat kain tidak kusut, gantungkan di tempat teduh yang tidak kena sinar matahari langsung.

5.  Saat menjemur, tarik bagian tepi kain agar serat kain “batik” yang terlipat kembali ke posisi semula. Maksudnya supaya tidak mengkerut

6.  Jika sudah dijemur, sangat tidak disarankan untuk menyetrika kain “batik” secara langsung. Hindari panas secara langsung dari setrikaan. Jika” batik” tampak  kusut, semprotkan saja sedikit air diatas kain batik lalu letakkan alas kain lain, baru disetrika.

7.  Jika ingin memberikan pewangi atau pelembut pada kain “batik” tulis, jangan semprotkan langsung ke kainnya ya, sebaiknya ditutupi dulu “batik” tulis tersebut dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut tadi diatas koran. Intinya jangan bereaksi langsung dengan kain “batik” nya.

8.  Sudah selesai digosok, simpan “batik2” kesayangan kamu tadi dalam plastik, agar tidak dimakan ngengat (binatang). Saat disimpan dalam lemari, jangan juga diberi kapur barus ya. Karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak tekstur kain “batik” nya.

9.  Tips lain agar “batik” nya tidak termakan ngengat, berikan sedikit merica (lada) yang dibungkus dalam tissue di lemari (tempat dimana menyimpan “batik” itu). Atau bisa juga meletakkan akar wangi yang sudah dua kali melalui proses pencelupan  dalam air panas dan dijemur hingga kering.

10. Beri tanda dimana anda membeli kain ini, kapan, siapa pembuatnya dan nama motifnya. Ini akan sangat membantu ketika koleksi batik kita sudah mulai menggunung.

11. Selipkan kantung kain kasa berisi beberapa butir merica dan akar wangi di lemari batik anda untuk mengusir ngengat dan serangga jahat. Jangan gunakan kapur barus karena ketika kena kain akan merubah warna batik.

12. Jangan ditaruh di tempat yang lembab atau panas sekali. Hindari rak paling bawah karena mudah dijangkau kutu.

13. Setiap 3 bulan sekali keluarkan koleksi kain anda dan angin-anginkan

14. Rajinlah merubah lipatan kain. Kain cenderung lebih rapuh di lipatannya. Paling baik jika disimpan dalam keadaan diwiru atau digulung.

15. Batik akan semakin cepat pudar bila sering dicuci. Sehabis dipakai bila tidak berbau atau kena noda, cukup diangin-anginkan saja sebelum disimpan kembali

16. Batik sebaiknya tidak disetrika, kalau memang terpaksa karena kusut, setrika dari bagian belakang kain dan lapisi dengan kain lain/ kertas agar batik tidak langsung kena panasnya setrika

Nah, selamat mencoba ya 🙂

Lomba Menulis Blog “Jakarta Fashion Week 2010/2011: Menuju Jakarta, Kota Mode Dunia”

Jakarta Fashion Week 2010

Jakarta “menuju’ Kota Mode Dunia

Ya!! Itulah yang menjadi tujuan diadakannya acara besar ini, yaitu mengubah Jakarta sebagai pusat fashion besar di kawasan dan mata dunia, jadi bisa sejajar dengan Negara lain seperti Paris, New York, dll. Jadi image yang ada di benak orang ketika mengucapkan “Kota Jakarta’ adalah sebagai Kota Mode. Sudah barang tentu kita sebagai bangsa Indonesia merasa bangga bukan?

Inilah ajang yang dinanti-nantikan oleh para fashionista, yaitu acara perhelatan pergelaran busana terbesar pada awal bulan November nanti, yang diadakan satu tahun sekali yaitu Jakarta Fashion Week (JFW) 2010, pada tanggal 6-12 November 2010 di Pasific Place Mall Jakarta.

Jika pada JFW 2008/2009 melibatkan 45 designer dan pada JFW 2009/2010 lalu mampu menghadirkan 60 designer lokal,  kali ini JFW 2010/2011 kali ini tidak tanggung-tanggung, rencananya akan melibatkan 113 designer lokal. Koleksi-koleksi yang akan ditampilkan oleh berbagai perancang busana muda terinspirasi oleh Negara, yang kaya akan berbagai jenis kain tradisional. Diantaranya seperti designer kondang :  Stephanus Hamy, Anne Avantie, Lenny Agustin, Edward HutabaratCarmanita, Choosy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmojo dan Denny Wirawan. Dan juga akan menampilkan designer muda berbakat seperti :  Stella Rissa, Eny Ming, Andreas Odang, Zacky Gaficky, dan Billy Tjong. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menguatkan citra karya anak negeri di mata internasional. Acara ini juga secara tidak langsung sekaligus menuntut para designer kreatif dalam memadu-padankan busana seiring dengan trend fashion yang sedang trade-in.

JFW 2010/2011 rencananya akan terdapat lima sesi acara yang berbeda. Semua tayangan tersebut hanya mengajak, ditargetkan untuk selebriti, sosialita, pembeli, media lokal dan asing dan semua yang mencintai fashion.

Dalam acara yang digelar pada hari Selasa, 9 November 2010, jam 19.00 WIB di Fashion Tent, Pacific Place, Jakarta, Anda dapat menyaksikan tujuh desainer berbakat mengusung sebuah pagelaran tren mode masa kini yang dihias cantik dengan gaya rambut mutakhir, sesuai dengan spirit Sunsilk, yaitu trendy, young, and sophisticated.

Bersiaplah untuk berdecak kagum dengan karya para desainer yang akan tampil dalam acara Sunsilk Walk of Creations :
yaitu:

– Kursein Karzai (Pemenang 2 LPM 2009) dengan tema Metamorfosis,
– Bethania Agustha (Pemenang 3 dan Favorit LPM 2009) dengan tema Pieces of Picasso
– Hien Tjen (Pemenang Favorit LPM 2009) dengan tema Mizuhiki,
– Albert Yanuar (Finalis LPM 2009) dengan tema Bardot.
– Danny Satriadi (Pemenang 1 dan Favorit LPM 2003) dengan tema Better to be Smart
– Yunita Kosasih (Finalis LPM 2005) dengan tema Garden Party.
– Imelda Kartini (Finalis LPM 2009) dengan tema Colorful in the Mood

Para fashionista, tentunya ingin menjadi bagian dari acara JFW 2010/2011, ingin terlibat di dalamnya, serta ingin meliput langsung acara akbar tersebut kan? Untuk yang doyan nulis, (seperti saya), untuk yang doyan mendesign baju juga (seperti saya lagi), bisa ikut andil secara free lho. Caranya : ikut Lomba Menulis Blog “Jakarta Fashion Week 2010/2011: Menuju Jakarta, Kota Mode Dunia”. Semua ketentuan, tahapan, serta detailsnya pada website : Jakarta Fashion Week 2010 / 2011

Poin-poin penilaian:
a. Isi artikel/blog: sesuai dan sejalan dengan tema dan tujuan kompetisi.
b. Kreativitas: tata letak, materi isi, pemilihan tema dan keserasian antara tulisan, foto dan grafis
c. Orisinalitas: kemampuan penulis dalam membuat karya sendiri dan unik.

Para pemenang tahap seleksi akan mendapatkan undangan untuk menghadiri Jakarta fashion Week 2010/ 2011 agar dapat melakukan peliputan dan penulisan artikel tentang Jakarta fashion Week 2010/ 2011. Undangan tersebut juga merupakan bukti bahwa para pemenang berhak untuk mengikuti tahap final lomba ini 🙂

Eiittss,, selain itu kamu bisa mengikuti Sunsilk Dazzling Femme dengan mengirimkan foto pasling fashionable kamu, dan dapatkan kesempatan untuk memenangkan Ipad3G 64G, iPhone 32G dan voucher Zara senilai total 3 juta rupiah! dashyatt kaaan hadiahnya? 🙂

info lanjutnya langsung klik aja sunsilk Co-creations, atau gabung di fanpagenya Sunsilk Indonesia Facebook  Page dan follow @sunsilk di Twitter

Selain di jakarta, Jakarta Fashion Week juga diadakan di kota surabaya, infonya : klik disini 😀

Beberapa Maha karya designer kondang dalam Jakarta Fashion Week 2009/2010

 

lenny agustin in JFW 2009

carmanita jakarta fashion week 2009

Itang Yunasz Collections

Billy Tjong in JFW 2009

 

Didukung sepenuhnya  Oleh :

Sunsilk Co-Creations

Hair by Sunsilk Co-Creations

Femina Magazine

Femina Magazine

Grazia Magazine

Grazia Magazine

CitaCinta Magazine

Cleo Magazine

 

Jadilah bagian dari industri mode Indonesia yang mendunia

Mari kita dukung acara Jakarta Fashion Week 2010

Batik Solo

Pasar Klewer Solo

Laweyen adalah salah satu sentral Batik di Solo. Kampung ini Tentunya ada banyak sekali sejarah yang tertinggal di kapung ini dan menjadi icon Batik Solo.

Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitanya abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, oleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagangan.

Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”

Batik merupakan hasil karya seni tradisional yang banyak ditekuni masyarakat Laweyan. Sejak abad ke-19 kampung ini sudah dikenal sebagai kampung batik. Itulah sebabnya kampung Laweyan pernah dikenal sebagai kampung juragan batik yang mencapai kejayaannya di era tahun 70-an. Menurut Alpha yang juga pengelola Batik Mahkota.

Di kawasan Laweyan ada Kampung Laweyan, Tegalsari, Tegalayu, Batikan, dan Jongke, yang penduduknya banyak yang menjadi produsen dan pedagang batik, sejak dulu sampai sekarang. Di sinilah tempat berdirinya Syarekat Dagang Islam, asosiasi dagang pertama yang didirikan oleh para produsen dan pedagang batik pribumi, pada tahun 1912.

Bekas kejayaan para saudagar batik pribumi tempo doeloe yang biasa disebut ‘Gal Gendhu’ ini bisa dilihat dari peninggalan rumah mewahnya. Di kawasan ini, mereka memang menunjukkan kejayaannya dengan berlomba membangun rumah besar yang mewah dengan arsitektur cantik.

Kawasan Laweyan dilewati Jalan Dr Rajiman, yang berada di poros Keraton Kasunanan Surakarta – bekas Keraton Mataram di Kartasura. Dari Jalan Dr Rajiman ini, banyak terlihat tembok tinggi yang menutupi rumah-rumah besar, dengan pintu gerbang besar dari kayu yang disebut regol. Sepintas tak terlalu menarik, bahkan banyak yang kusam. Tapi begitu regol dibuka, barulah tampak bangunan rumah besar dengan arsitektur yang indah. Biasanya terdiri dari bangunan utama di tengah, bangunan sayap di kanan-kirinya, dan bangunan pendukung di belakangnya, serta halaman depan yang luas.

Dengan bentuk arsitektur, kemewahan material, dan keindahan ornamennya, seolah para raja batik zaman dulu mau menunjukkan kemampuannya untuk membangun istananya, meski dalam skala yang mini. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah rumah besar bekas saudagar batik yang terletak di pinggir Jalan Dr Rajiman, yang dirawat dan dijadikan homestay Roemahkoe yang dilengkapi restoran Lestari.

Tentu saja tak semuanya bisa membangun “istana” yang luas, karena di kanan-kirinya adalah lahan tetangga yang juga membangun “istana”-nya sendiri-sendiri. Alhasil, kawasan ini dipenuhi dengan berbagai istana mini, yang hanya dipisahkan oleh tembok tinggi dan gang-gang sempit. Semangat berlomba membangun rumah mewah ini tampaknya mengabaikan pentingnya ruang publik. Jalan-jalan kampung menjadi sangat sempit. Terbentuklah banyak gang dengan lorong sempit yang hanya cukup dilewati satu orang atau sepeda motor.

Tapi di sinilah uniknya. Menelusuri lorong-lorong sempit di antara tembok tinggi rumah-rumah kuno ini sangat mengasyikkan. Kita seolah berjalan di antara monumen sejarah kejayaan pedagang batik tempo doeloe. Pola lorong-lorong sempit yang diapit tembok rumah gedongan yang tinggi semacam ini juga terdapat di kawasan Kauman, Kemlayan, dan Pasar Kliwon. Karena mengasyikkan, menelusuri lorong-lorong sejarah kejayaan Laweyan yang eksotis ini bisa menghabiskan waktu. Apalagi jika Anda melongok ke dalam, melihat isi dan keindahan ornamen semua “istana” di kawasan ini.

Tapi sayangnya satu per satu bangunan kuno yang berarsitektur cantik, hancur digempur zaman, digantikan ruko atau bangunan komersial baru yang arsitekturnya sama sekali tidak jelas. Pemerintah daerah setempat tak bertindak apa pun menghadapi kerusakan artefak sejarah ini. Bahkan bekas rumah Ketua Sarekat Dagang Islam H. Samanhoedi, yang seharusnya dilindungi sebagai saksi sejarah, sudah tidak utuh lagi, bagian depannya digempur habis. Bekas istana Mataram di Kartasura juga dibiarkan hancur berantakan.

Pasar Klewer merupakan salah satu ikon kota solo. Pasar ini setiap harinya sangat ramai di kunjungi oleh para pembeli yang datang dari berbagai kota. Pasar klewer juga termasuk tempat yang bersejarah dan memilki seni yang tinggi. disini dapat kita temui berbagai macam produksi konveksi yang ada di wilayah solo dan sekitarnya. di sini juga banyak di jual batik dari produk dari solo sendiri maupun daerah lain.  Pasar klewer memang tidak bisa di pisahkan dari kerajinan batik solo.

Dibawah adalah contoh batik Solo