Membatik Yukk….

Friday, 17 Juni 2011

Siapa yang bilang membatik itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja? Pada dasarnya semua orang bisa membatik lho. Asalkan jika memang punya keinginan sungguh-sungguh untuk melakukannya. Gak percaya? Yukk kita buktikan

Kain batik yang indah dan menarik tentunya tidak lepas dari tangan-tangan pengrajin dalam membuat batik. Dalam hal itu, suatu pola motif indah yang dilakukan dengan tradisional dan alami akan membuat nilai suatu batik menjadi sangat tinggi dibandingkan dengan pembuatan batik menggunakan tehnik modern seperti, cap, printing, sablon, dan sebagainya.

Motif batik dibentuk dengan cairan menggunakan alat yang dinamakan canting. Canting digunakan pada kain batik yang mempunyai motif halus. Untuk motif kasar dan berukuran besar biasanya menggunakan kuas sehingga mempercepat dalam prosesnya. Fungsi cairan lilin supaya meresap ke dalam serat kain. Inilah yang dinamakan Batik Tulis. Proses pengerjaannya biasanya memakan waktu paling cepat 2 minggu sampai 1 bulan untuk menghasilkan 1 jarik batik cantik yang sempurna.

Canting untuk membatik

Lilin Panas

Selain itu, ada juga tehnik dengan mengecatkan langsung pewarna pada kain menggunakan kuas untuk membuat motif atau citra-citra tertentu. Bahkan, belakangan ini ada juga beberapa orang yang mencoba memperkenalkan cara membuat batik dengan cara menyemprotkan langsung ke tinta kain menggunakan alat yang disebut air brush. Biasanya motif yang dihasilkan adalah motif-motif pop dan kontemporer. Itu yang dinamakan Batik Print atau Cetak. Biasanya pengerjaannya juga hanya beberapa jam. Atau paling lama 1 hari dengan proses pengeringan.

Adalagi yang medianya sama menggunakan lilin, tapi prosesnya berbeda. Yaitu batik cap.  Batik cap menggunakan alat bantu cap dari tembaga atau besi yg diukir berdasarkan seni tertentu.Pengerjaan batik cap tak begitu teliti seperti batik tulis yg hrs detail,hasil batik dari setiap kain dua sisi tak pernah sama,waktunyan pun singkat dan bisa menghasilkan banyak batik,tapi kwalitasnya jauh berbeda dan harganya lebih murah.

untuk penjelasan perbedaannya di artikelku berikutnya ya 🙂

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Batik Jumputan | Batik Khas Blitar

Batik Jumputan ‘Blitar’

Haii fashionistaa…meet again with batik edition …:)

already in the know yet about batik jumputan? batik jumputan like what the heck is it?
1. Definition

What is Batik Jumputan it? Basically the same batik Jumputan basically similar to batik, namely handicraft painting over a piece of cloth. The difference is only a technique or medium alone. If the batik coloring using night / wax, if batik jumputan using raffia rope / rubber / yarn and small small pieces of bamboo tied to the fabric.

Jumputan batik has its own artistic value. Elegance of style and color is influenced by the skills of craftsmen. Results style and color that arise depending on the raw materials of cloth, how, creations and dyes are used. So no one if the value of one (1) piece of batik jumputan very high-value price, compared with other batik.

2. What raw materials?

The raw material used is woven from natural fibers, such as:  type of cotton, rayon or a mixture of cotton and rayon, or even by type of silk fabric. Because the fabric types are capable of absorbing dye and the cloth itself when used cool and more comfortable (to absorb sweat). Similarly, the dye used is easily available in the market generally. Example of this type of reactive dyes, dye vessel, director, naptol or pigments or can be by natural substances (tuber turmeric, mangosteen rind, flowers at four and others).

3. How to process?

Continue reading

Kain Adati | Kain Nusantara

Kain Adati



elum setenar kain batik di Nusantara ini. Tapi kain adati ini masih langka dimana-mana. Para designer sudah mulai ‘melek’ dengan trend baru.t

Apa sih kain adati itu?
Kain adati adalah perpaduan cantik antara batik dan tenun. Meskipun begitu, serbuan kain adati peminatnya tak pernah sepi.
Hmmm, seperti apa ya contohnya? Dan bagaimana peluang bisnis ini sekarang?
Yukk kita ulas sama2 disini.

Pengembangan secara konsisten
Segala olahan tenun & batik sepertinya sudah tersedia di pasaran. Pengolahan yang banyak dilakukan berupa pengembangan motif dan warna menjadi lebih modern maupun penggunaan bahan baku yang lebih nyaman dipakai sehari-hari seperti benang tenun yang lebih tipis sehingga lebih ringan & lentur.

Sebut saja designer Lenny Agustin, salah satu pemain ‘kain adati’ yang berlabel Lennor menyatakan, “Selain dari segi design yang harus up to date sesuai perkembangan tren, tak bisa diabaikan pula pengembangan dari segi motif & warna. Karena konsumen tetap memprioritaskan motifnya. Walaupun designnya menarik tapi motifnya tidak disukai konsumen tidak jadi membeli. Tapi sebaliknya, walaupun designnya masih kurang pas tapi tertarik pd motifnya, mereka cenderung tetap membeli.”
Jadi permainan motif tetap diutamakan. tapi jangan dilupakan juga dari segi warna.

Selain dijadikan sebagai bahan utama, kain tradisional tsb juga dapat dimanfaatkan hanya sebagai aksen saja yang dipadukan dengan material lain. Seperti bahan denim yang diaplikasikan ornamen dari kain adati tsb. Strategi itu yang saya terapkan juga untuk koleksi batik-batik saya supaya produk saya memiliki keunikan tersendiri. Sekaligus menyiasati untuk menekan ongkos produksi karena dari selembar kain tenun yang terbilang mahal bisa menghasilkan beberapa busana. Hemat & unik kan? 🙂

Setiap Bisnis adalah Bisnis Passion

Artikel dan cerita ini saya adaptasi dari cerita Mr. Bruno Hasson yang mengawali karirnya di brand ‘Sophie Martin’ sekaligus menjadi foundernya.

Banyak filosofi yang bisa kita gali dari salah satu orang hebat ini.
Beliau berpendapat : Semua orang pasti memiliki pemahaman masing2 terhadap bisnisnya. Duniapun menjadi semakin indah dengan perbedaan yang memperkaya ide.

Filosofi bisnis itu tidak terbentuk instan, tapi karena proses pembelajaran dan terjun langsung dalam bisnis (take action).

Beliau mengawali bisnis selepas lulus kuliah, di institut pertanian pemerintah, yaitu memproduksi dan menjual kosmetik2. Saat itu dia belum memahami filosofi bisnis seperti sekarang. Tapi pada saat beliau mendirikan Sophie, nilai itu sudah merasuk ke dalam dirinya.

Beliau juga berguru dari orang2 hebat, yang menjadikan inspirator2nya.
Beliau mengawali bisnis fashion Sophie dari pengamatan akan kondisi dunia fashion Indonesia tahun 1995. Kebetulan beliau senang design & senang menciptakan produk2 baru.
Continue reading

Batik Fraktal Indonesia Ditaksir Malaysia

Batik Fraktal Indonesia Ditaksir Malaysia

Agaknya, upaya negeri jiran Malaysia untuk menjadikan batik sebagai produk andalan negara mereka, tidak main-main.

Buktinya mereka berupaya untuk mempelajari jenis batik baru, batik fraktal yang dikembangkan oleh orang Indonesia.

“Saya memang sempat dihubungi oleh perusahaan swasta dari Malaysia dan mereka menawarkan kerjasama pengembangan batik fraktal di sana,” ujar Nancy Margried, Direktur PT Piksel Indonesia (perusahaan yang khusus bergerak di batik fraktal) kepada VIVAnews, Senin 11 April 2011.

Batik fraktal adalah inovasi baru di bidang batik yang memanfaatkan sebuah software yang dapat mengolah rumus matematis untuk menciptakan pola tertentu dalam pembuatan batik.

Continue reading

Tips : Sepatu Cantik, Kakipun Sehat

Kaki sehat = Sepatu Cantik

Sepatu adalah alas kaki yang kita pakai sehari-hari. Dulunya, sepatu hanya sebagai alas kaki saja. Tapi dengan berkembangnya jaman, sepatu tak lagi menjadi sebatas alas kaki, tapi menjadi aksesori pelengkap penampilan. kaki sehat idaman semua wanita. jangan sampai cantik, tapi kakinya terjangkit varises :), aduh gak banget deh…

Cantik belum tentu sehat

Sepatu cantik belum tentu sehat. Walaupun sepatu sebagai pelengkap penampilan, tentunya harus yang nyaman dong? Nah, rata2 orang memilih sepatu berdasarkan dari penampilan luarnya saja, tidak memperhatikan kesehatan dari kaki itu sendiri. karena keberadaan sepatu dapat mempengaruhi kesehatan kaki, tulang, dan tubuh secara keseluruhan Aku mau share beberapa tips bagaimana memilih sepatu yang pas dan nyaman di kaki. Berikut tipsnya 🙂

Continue reading