Tips : Cara Merawat Batik Kesayangan

haiii batik lovers…


“Batik” sudah menjadi ‘trend’ sekarang ini. Kalau sudah bicara costum untuk acara resmi, pasti semua orang memakai baju batik. Katanya “gak  Indonesian bangets’ kalau gak “batikan’🙂

Tapiii… gak banyak orang yang tau cara merawat “kain batik”.  Biasanya orang-orang mencucinya asal aja dengan menggunakan sabun detergen. Padahal itu sangat tidak disarankan lho J  Makanya, kebanyakan dari kita (batik lovers), tau menggunakannya, tapi tidak tahu cara ,merawatnya. Nah sayang khan batik tulis yang kita punya, atau bahkan mungkin koleksi “batik” kita warnanya pudar atau tidak terawat?

Nah, aku  mau memberikan tips-tips cara merawat batik kesayangan kamu nih..🙂

1. Saat mencuci kain batik, usahakan menggunakan sabun (cairan) khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran. Biasanya orang-orang menyebutnya dengan menggunakan “lerak”.

Adalagi yang mencucinya dengan menggunakan shampo rambut biasa. Caranya, pertama-tama dilarutkan dulu shamponya dengan air (perbandingannya 30% shampo : 70% air), dengan tujuan supaya tidak ada lagi bagian yang mengental. setelah itu, baru kain batik dijemur.

2. Pada saat mencuci  “batik” jangan digosok ataupun menggunakan detergen. Jika batik kamu tidak  terlalu kotor, cukup mencucinya dengan menggunakan air hangat. Sebaliknya, jika “batik” kamu terkena noda, cukup menggunakan sabun mandi saja. Tapii, kalau “batik” kamu nodanya masih saja menempel, bisa menggunakan kulit jeruk di bagian nodanya saja. Yang terbaik adalah lerak (biji atau cairan), atau gunakan sabun khusus untuk batik seperti Molto silky (untuk sutra dan batik), Attack Batik Cleaner, atau Perwoll khusus batik. Bila tidak ada cukup direndam dengan air hangat untuk mencucinya.

3.  Sangat tidak disarankan mencuci batik menggunakan mesin cuci, cucilah dengan tangan. Jangan dikucek keras-keras ya.

4.  Saat menjemur “batik”, usahakan tidak terkena matahari langsung, atau di tempat yang teduh. Karena bisa mempengaruhi gradasi warna dari “batik” itu sendiri. Kalau perlu diangin-anginkan saja. Jangan diperas sehingga serat kain tidak kusut, gantungkan di tempat teduh yang tidak kena sinar matahari langsung.

5.  Saat menjemur, tarik bagian tepi kain agar serat kain “batik” yang terlipat kembali ke posisi semula. Maksudnya supaya tidak mengkerut

6.  Jika sudah dijemur, sangat tidak disarankan untuk menyetrika kain “batik” secara langsung. Hindari panas secara langsung dari setrikaan. Jika” batik” tampak  kusut, semprotkan saja sedikit air diatas kain batik lalu letakkan alas kain lain, baru disetrika.

7.  Jika ingin memberikan pewangi atau pelembut pada kain “batik” tulis, jangan semprotkan langsung ke kainnya ya, sebaiknya ditutupi dulu “batik” tulis tersebut dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut tadi diatas koran. Intinya jangan bereaksi langsung dengan kain “batik” nya.

8.  Sudah selesai digosok, simpan “batik2” kesayangan kamu tadi dalam plastik, agar tidak dimakan ngengat (binatang). Saat disimpan dalam lemari, jangan juga diberi kapur barus ya. Karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak tekstur kain “batik” nya.

9.  Tips lain agar “batik” nya tidak termakan ngengat, berikan sedikit merica (lada) yang dibungkus dalam tissue di lemari (tempat dimana menyimpan “batik” itu). Atau bisa juga meletakkan akar wangi yang sudah dua kali melalui proses pencelupan  dalam air panas dan dijemur hingga kering.

10. Beri tanda dimana anda membeli kain ini, kapan, siapa pembuatnya dan nama motifnya. Ini akan sangat membantu ketika koleksi batik kita sudah mulai menggunung.

11. Selipkan kantung kain kasa berisi beberapa butir merica dan akar wangi di lemari batik anda untuk mengusir ngengat dan serangga jahat. Jangan gunakan kapur barus karena ketika kena kain akan merubah warna batik.

12. Jangan ditaruh di tempat yang lembab atau panas sekali. Hindari rak paling bawah karena mudah dijangkau kutu.

13. Setiap 3 bulan sekali keluarkan koleksi kain anda dan angin-anginkan

14. Rajinlah merubah lipatan kain. Kain cenderung lebih rapuh di lipatannya. Paling baik jika disimpan dalam keadaan diwiru atau digulung.

15. Batik akan semakin cepat pudar bila sering dicuci. Sehabis dipakai bila tidak berbau atau kena noda, cukup diangin-anginkan saja sebelum disimpan kembali

16. Batik sebaiknya tidak disetrika, kalau memang terpaksa karena kusut, setrika dari bagian belakang kain dan lapisi dengan kain lain/ kertas agar batik tidak langsung kena panasnya setrika

Nah, selamat mencoba ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s